Phillip Lahm : Ballon d’Or Hanya untuk Para Striker

Topbola.net – Pemenang anugerah FIFA Ballon d’Or banyak didominasi oleh para pemain yang berposisi sebagai striker. Hasil pemungutan suaranya pun dirasa sangat dinilai akan sikap pertemanan tanpa melihat prestasi sebetulnya.

Hal tersebut lah yang membuat kapten Bayern Munchen, Phillip Lahm. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemilihan ini, meskipun ia merasa Messi pantas mendapatkan gelar Ballon d’Or.

Ia pun menegaskan dalam kolomnya di Goal, ia mengatakan bagaimana seharusnya pemilihan mengenai pemain terbaik di dunia. “Penghitungan mengenai pemain terbaik di dunia harus melihat banyak aspek. Di antaranya adalah performa di lapangan dan gelar yang telah ia buat, baik untuk klub maupun individu,” ujarnya.

“Tetapi ketika pemilih hanya dari kalangan pelatih, pemain, dan jurnalis dari 209 negara, saya yakin hanya beberapa orang yang paham mengenai faktor-faktor  yang harus dipenuhi. Saya telah ikut memilih lima kali saat masih bermain di timnas dan saya berusaha memilih yang terbaik,” ujarnya.

Ia menjelaskan dari yang dilihatnya, banyak yang tidak mempertimbangkan faktor-faktor di atas untuk memilih pemain terbaik.  Lahm pun menambahkan bahwa, banyak pemilih lebih memilih nominator yang sering muncul di dalam maupun di luar lapangan.

“Oleh karena itu, Ballon d’Or menjadi sebuah pemilihan untuk penyerang terbaik di dunia, yang mana dapat kita lihat dalam beberapa tahun pemilihan,” ungkap Lahm.

Mantan kapten timnas Prancis itu pun mencontohkan hanya sosok Fabio Cannavaro di tahun 2006 yang memenangkan Ballon d’Or. Sementara itu, posisi lainnya hanya ada nama Lothar Matthaus serta Zinedine Zidane yang berhasil mendapatkannya. Intinya hanya pemain yang mencetak gol yang berpeluang besar menjadi pemenang Ballon d’Or.

Padahal, Lahm menilai, bahwa sepakbola tidak hanya permainan seorang striker semata, ada aspek kerjasama, pertahanan, dan assist yang membuat sepakbola merupakan olahraga yang kompleks.

Kritik terhadap Ballon d’Or tak hanya diungkapkan oleh Lahm seorang. Arsene Wenger pun menjadi sosok yang kontra terhadap penghargaan ini. Bos Arsenal ini pun mengungkapkan bahwa penghargaan ini hanya membuat pemain lebih bertindak individualis ketimbang mementingkan kerjasama.

“Saya merasa penghargaan ini memicu keegoisan seorang pemain, selain itu saya juga merasa bahwa penghargaan ini membuat pemain lebih suka menyelesaikan semuanya sendirian ketimbang memberikan ke rekannya yang berada di posisi lebih ideal,” ujar pelatih berusia 66 tahun ini. (Goal)