Menanti Kejayaan di Final Kesembilan Bagi Juventus

Juventus

Topbola.net – Cardiff akan menjadi saksi entah itu kebahsilan atau kenyataan pahit bagi Juventus yang akan melaksanakan final kesembilan kalinya sepanjang keikutsertaannya diajang Liga Champions.

Kemenangan agregat 4-1 atas wakil Prancis, AS Monaco membuat Nyonya Tua kini hanya tinggal menunggu siapa yang akan menjadi lawan terakhir mereka pada final yang akan berlangsung di Stadion Millenium, Cardiff 3 Juni 2017 mendatang.

Baca juga: Dani Alves Menjadi Salah Satu Buah Keberhasilan Transfer Juventus

Kembali kepada sejarah final bagi Juventus. Tim yang didirikan pada 1 November 1987 dalam akta notarisnya itu telah melakoni delapan kali final dimana hanya dua yang mampu menjadi momen paling indah bagi The Old Lady.

Berikut sejarahnya:

  • Musim 1962-63, menjadi kali pertama bagi Juventus menginjakkan kakinya dipartai final, namun mereka harus takluk dari wakil Belanda, Ajax Amsterdam dengan skor tipis 1-0.
  • Musim 1982- 83, hasil kekalahan yang sama juga kembali terulang bagi Juventus sama seperti yang dialami dua dekade sebelumnya saat bertemu Ajax, namun kali ini Le Zebre harus tumbang dengan skor 1-0 kontra wakil Jerman Hamburg SV.
  • Musim 1984-85, atau yang lebih diingat dengan tragedi Heysel, menjadi musim bahagia bercampur duka bagi Juventus tat kala timnya sukses menyabet gelar pertama trofi tertinggi kompetisi benua Eropa usai mengalahkan Liverpool 1-0 mereka juga harus kehilangan sekitar 39 tifosi (non ultras) yang harus meninggal pada tragedi tersebut.
  • Musim 1995-96, menjadi trofi kedua bagi tim kebanggaan warga Turin usai mampu menang 4-2 atas Ajax Amsterdam melalui babag adu penalti.
  • Musim 1996-97, keperkasaan Juventus saat itu harus terhenti oleh wakil Jerman, Borussia Dortmund usai kalah dengan skor 3-1.
  • Musim 1997-98, menjadi final ketiga secara beruntun bagi Juve namun hasil prediksi juara liga Champions sebelum laga digelar mampu dibalikan oleh lawan mereka Real Madrid dengan skor akhir 0-1 bagi kemenangan wakil Spanyol.
  • Musim 2002-03, menjadi laga derby Italia pertama bagi Juventus saat harus menghadapi AC Milan. Pada laga tersebut Juventus harus mengakui keunggulan Reds Devils dengan kekalahan 2-3 (via adu penalti).
  • Musim 2014-15, sebuah harapan besar bagi Juventini untuk melihat timnya berjaya dikancah Eropa setelah hampir satu dekade lebih selalu gagal melaju kefinal. Namun pada faktanya Juve harus kembali kalah dari Barcelona dengan skor akhir 3-1.
  • Musim 2016-17, Cardiff menjadi harapan baru bagi pasukan yang saat ini diarsiteki Massimiliano Allegri untuk bisa meraih gelar ketigannya sekaligus mengembalikan nama kejayaan pentas Serie A yang sempat berada diurutan teraras kompetisi sepakbola dunia.

Mungkinkah Nyonya Tua akan berjaya pada musim ini? tentunya jawaban masih menunggu pertandingan final yang akan berlangsung 3 Juni 2017 mendatang. (mybola)