Lorenzo Inginkan Perombakan Aturan Penalti MotoGP

https://i0.wp.com/i736.photobucket.com/albums/xx2/mybola/Lorenzo%20Kesal_zpsnnh0f9qo.jpg?resize=572%2C381

Topbola.net – Kritikan pedas terus dilayangkan rider Yamaha Movistar, Jorge Lorenzo terkait hukuman yang diberikan kepada Andrea Iannone, yang mana terbaru pembalap Ducati itu hanya diberikan sanksi hukuman start paling buncit. Hal tersebut membuat Lorenzo menginginkan adanya perombakan pada aturan penalti MotoGP.

Sebelumnya Lorenzo diketahui harus gagal finish setelah terjadi insiden tabrakan di Grand Prix Spanyol, Minggu (5/6/2016) Sirkuit Catalunya. Iannone yang kehilangan kendali, menabrak juara dunia MotoGP tahun lalu hingga terjatuh. Lorenzo gagal melanjutkan balapan dan mesti puas poinnya terpangkas Valentino Rossi yang keluar sebagai pemenang.

Iannone pun diberi hukuman atas kejadian itu. Pembalap Ducati tersebut mesti start dari posisi buncit saat berlaga di Grand Prix Belanda, 26 Juni nanti. Hukuman itu jadi yang kedua didapat Iannone setelah ia sempat dihukum turun tiga grid akibat menabrak rekan setimnya Andrea Dovizioso di Grand Prix Argentina.

Kendati menyatakan kurang puas soal hukuman Iannone, suara Lorenzo belum juga didengar. Setelah kembali mengeluarkan unek-uneknya, ia menyatakan sudah saatnya regulasi penalti MotoGP diubah karena terkait keselamatan.

“Bagi saya, saat ini dengan aturan poin tidak membuat kami tidak berada dalam langkah yang bagus. Pada tahun 2003, John Hopkins melakukan kesalahan di Motegi dan memiliki hukuman absen satu balapan. Saya membuat dua kesalahan di tahun 2005 (kelas di 250cc) dan juga dilarang satu kali balapan,” tutur Lorenzo dikutip Autosport, Rabu (8/6/2016).

“Dalam sepak bola, jika Anda membuat hukuman yang lebih keras maka langsung dihukum kartu merah atau minimal absen di satu pertandingan. Dalam olahraga ini, kami bermain dengan nyawa, Saya bisa patah pinggul atau tulang selangka,”

“Jika saya masih agresif seperti dulu, bahkan tidak sadar akan risiko, anda perlu ditegur dengan keras. Jika tidak dapat hukuman yang layak, anda tidak belajar dan mau berubah,”

Lorenzo pun enggan melakukan banding sebab tahu aturan tidak akan berubah. Namun ia menyatakan bakal hadir dalam rapat Komisi Keselamatan untuk pertama kalinya untuk melayangkan protes dan membuat suatu perubahan. Sebelumnya ia tidak pernah ikut rapat Komisi Keselamatan sejak awal musim.

“Saya tidak akan mengajukan banding (penalti Iannone) karena mereka tidak akan mengubahnya. Tapi, saya akan berbicara dengan Mike Webb (Ketua Race Direction) dan akan coba bicara dengan komisi keselamatan tentang hal ini,” katanya.

“Terkadang anda bisa mengerti sesuatu harus berubah ketika hal itu terjadi pada Anda, jadi mari lihat apakah pembalap lain juga punya pandangan yang sama. Mari lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu bersama-sama,”

“Ketika saya masih berusia 17 atau 18 tahun, jika saya tidak mendapatkan hukuman saya tidak akan berubah. Saya akan tetap sama. Saya tidak tahu apakah itu cukup membuat Andrea mengerti untuk mengubah perilakunya dan menghindari hal semacam ini,”

“Dia membuat jenis-jenis kesalahan dan akhirnya ketika balapan seperti itu, anda membuat kesulitan dengan pembalap lain. Jika tidak diubah, cepat atau lambat sesuatu terjadi,” tandasnya. (Sindonews.com)