raja365 hoki365 Advertisher1 Advertisher2 Advertisher3 Advertisher4

Keributan Antara Supporter Kembali Terjadi

Topbola.net – Insiden keributan antar supporter harus kembali menimpa sepak bola Indonesia didua pekan terakhir. Banyaknya korban luka-luka dan satu korban nyawa dari dua kejadian dipertandingan yang berbeda menjadi berita hangat tanah air saat ini.

Dikutip dari media Kompas.com, belum lama ini, salah satu anggota suporter Persija Jakarta atau Jakmania, Muhammad Fahreza, meninggal karena diduga dianiaya aparat keamanan saat menyaksikan pertandingan tim kesayangannya melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Minggu (22/6/2016) dini hari, terjadi penyerangan oleh oknum sekelompok suporter kepada rombongan suporter lain di Jalan Magelang KM 14-16. Insiden tersebut mengakibatkan seorang suporter bernama Stanislaus Gandhang Deswara meninggal dunia karena mendapatkan luka tusuk.

Sore harinya, keributan antarsuporter terjadi pada pertandingan Kejuaraan Sepak Bola Torabika (TSC) 2016 antara Persegres Gresik United melawan PS TNI di Stadion Tri Dharma, Gresik, Minggu (22/6/2016). Insiden bentrok antara kedua suporter terjadi saat laga baru berjalan dua menit.

Kericuhan bermula saat seorang oknum Ultras, pendukung tuan rumah, berniat mencopot spanduk dukungan PS TNI di sektor lima. Hal itu dikarenakan area tersebut merupakan area Ultras untuk melakukan yel-yel, koreografi, dan memasang spanduk dukungan.

Tak lama kemudian, terjadilah bentrok suporter. Akibat dari bentrok tersebut, sedikitnya 51 suporter Ultras dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 29 orang dirawat di RS Petrokimian dan 22 orang dirawat dari RS Ibnu Sina Gresik.

“Kejadian ini harus menjadi evaluasi serius dari pemerintah, PT GTS, maupun PSSI. Sebab hal demikian tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di kota-kota lain,” kata Ketua Ultras Gresik, Muharom, di Facebook Persegres.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengaku menyesal dan mengutuk keras kericuhan yang terjadi di Stadion Tri Dharma.

Dalam pernyataan yang dikirimkan Djoko Purwoko selaku Media Officer PS TNI kepada media, Senin (23/5/2016), meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada suporter Persegres Gresik United atas insiden tersebut.

Namun, mereka juga menilai kejadian tersebut terjadi lantaran dipicu aksi provokasi dari suporter tuan rumah. Sejumlah cemoohan bernada kasar, menurut pernyataan resmi PS TNI, hingga pelemparan batu, dilontarkan suporter tuan rumah. Salah satu lemparan itu mengenai anggota PS TNI sehingga memicu oknum suporter lain untuk turun ke lapangan.

PS TNI menyerahkan sepenuhnya penyelesaian insiden tersebut kepada Komisi Disiplin PT GTS selaku operator turnamen. Manajemen PS TNI juga akan memberikan edukasi kepada suporter timnya agar hal serupa tidak terulang pada kemudian hari. (Kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 10 =