Kembali Menang Di PTUN, PSSI Minta Menpora Tak Tuntut Kasasi

Topbola.net – Badan Induk sepakbola Indonesia, PSSI akhirnya kembali meraih kemenangan atas gugatan terhadap SK Pembekuan PSSI atas Menpora. Ini merupakan hasil untuk kemenangan kali kedua PSSI terhadap Menpora dalam kasus gugatan yang serupa.

Seperti dilansir website resmi PSSI (6/11) Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negeri (PT TUN) dalam amar putusannya nomor 266/B/2015/PT.TUN/JKT tanggal 28 Oktober 2015, menguatkan keputusan PTUN nomor 91/G/2015/PTUN.JKT tanggal 14 Juli 2015.

Pemberitahuan amar putusan tersebut dikirimkan kepada para pihak, termasuk PSSI, melalui surat PT TUN nomor W2.TUN 1532/HK.06/XI/2015 yang diterima PSSI, pada Kamis 5 November 2015.

Dalam amar tersebut dituliskan majelis hakim PT TUN menguatkan putusan PTTUN Jakarta yang dimohon banding oleh Menpora. Dalam putusan PTUN Jakarta, Menpora diperintahkan membatalkan dan mencabut SK Menpora Nomor 01307 Tahun 2015 tentang Pembekuan PSSI.

Ketua Tim Pembela PSSI, Togar Manahan Nero, berharap Menpora Imam Nahrawi menerima putusan tersebut dengan legowo. Menpora diharapkan tidak ngotot mengambil langkah hukum berikutnya.

“Saya sebagai tim pembela PSSI berharap Menpora tidak lagi mengambil upaya hukum kasasi. Karena hanya akan merugikan stakeholder sepakbola Indonesia karena perkara hukum yang berkepanjangan,” kata Togar.

Jika Menpora mengambil langkah kasasi, itu dinilai hanya mengulur waktu. Sebab SK Pembekuan PSSI sudah diuji di dua tingkat pengadilan. Hasilnya jelas SK diputuskan untuk dibatalkan dan dicabut.

“Jadi di tingkat kasasi pun, saya yakin, para Hakim Agung akan memutus sama dengan dua tingkat peradilan di bawahnya,” jelasnya.

Togar menyarankan agar Menpora berkonsultasi dengan sejumlah menteri di kabinet demi penyelesaian sengketa sepakbola nasional ditinjau dari berbagai aspek.

“Bahkan ada baiknya berkonsultasi dengan Wakil Presiden karena beliau sangat memahami sepakbola,” ucapnya.

Menpora juga disarankan berkonsultasi dengan pengacara negara yaitu Kejaksaan Agung. “Saya yakin pengacara negara atau Kejaksaan Agung setelah melihat amar putusan lengkap pengadilan, pasti menyarankan untuk tidak mengambil upaya hukum kasasi,” pungkasnya.

  • muslim

    Kalau Pemerintah tidak mematuhi keputusan hukum ini, berarti mengajarkan rakyat melanggar hukum. Jujur saya malu punya presiden dan menpora yang tidak mengerti hukum termasuk statuta FIFA.Keliru mengartikan reformasi sepakbola dengan membekukan PSSI. Pak Presiden yang terhormat coba sholat istikharah,agar hidayah kebenaran itu datang, jangan otoriter kita negara demokratis yang mengedepankan musyawarah dan mufakat. Rakyat kecil yang hatinya bersih tidak ikut kepentingan/politik/partai pasti sudah tahu siapa yang salah kali ini… yaitu pemerintah