Jika Masih Tunggak Gaji Pemain, Klub ISC Bakal Dapat Sanksi

Topbola.net – Sanksi tegas bakal dikeluarkan oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku pengelola kompetisi ISC yang akan digelar pada tanggal 29 April mendatang. Sanksi berupa pengurangan poin sampai mendiskualifikasi klub menjadi ancaman yang perlu diperhatikan oleh para tim peserta yang masih menunggak gaji pemainnya.

Kasus penunggakan gaji disepakbola Indonesia seperti yang terjadi sebelumnya diharapkan tak ada lagi. Hal tersebut mengingat sudah banyak kasus yang terjadi seperti penunggakan gaji hingga berbulan-bulan bahkan sampai ada pemain yang harus meninggal lantaran tak memiliki uang untuk berobat saat sedang sakit.

Kondisi seperti itu diklaim PT GTS tidak akan terjadi lagi pada kompetisi terbaru yang akan mereka helat. Setiap klub diwajibkan menyediakan asuransi bagi para pemainnya.

Tak hanya itu, ada pengurangan poin bagi klub jika menunggak gaji pemain. Satu pemain yang tertunggak gajinya selama satu bulan misalnya, klub akan dikurangi satu poin, dua pemain langsung tiga poin.

Namun jika terbukti ada lima pemain yang tertunggak gajinya dalam kurun waktu dua bulan, maka otomatis klub tersebut akan dicabut hak keiikutsertaannya dan hak komersial.

“Regulasi ini akan kami terapkan. Kami tidak ingin membuka lembaran baru, klub harus bisa melindungi hak pemainnya. Jika tidak, mereka akan menanggung resikonya,” ujar Direktur Regulasi dan Kompetisi PT GTS, Ratu Tisha Destria, Selasa (19/4).

Menurutnya, selain penegakkan aturan soal gaji pemain, pihaknya juga memiliki beberapa program terobosan. Rencananya, lanjut Tisha, PT GTS juga akan menggandeng kepolisian untuk menyelidiki jika terbukti adanya match fixing.

“Tak hanya itu, kami juga akan menggunakan sistem audit berkala masuk ke regulasi, bahwa klub harus tunduk untuk aduit finansial mereka. Kami bekerja sama dengan auditor dari luar negeri,” kata wanita yang merupakan alumnus FIFA Master itu.