Gerard Pique: Pertahan Kuat Bisa Jadi Kunci Spanyol Kembali Juara

Topbola.net – Gerard Pique kian yakin dengan performa timnya di gelaran UEFA Euro 2016 kali ini setelah mampu mencetak dua kali kemenangan dibabak penyisihan grup. Terlebih dari dua pertandingan yang telah dilakoni, skuad tim Matdor masih belum sekalipun memerintahkan David De Gea selaku kiper untuk memungut bola dari gawangnya sendiri.

Lantaran hasil tersebut bek Barcelona itu memberikan penialainnya dengan mengatakan pertahan kuat timnya bisa menjadi kunci bagi La Furia Roja kembali meraih juara untuk ketiga kalinya di ajang Piala Eropa tersebut.

Spanyol sendiri akan segera menghadapi Kroasia pada laga terakhir penyisihan Grup D di Bordeux, Selasa (21/6/) dini hari nanti. Pique dkk pun mengungkapkan tekadnya untuk bisa memuncaki klasemen, toh andai pun harus takluk mereka juga sudah dipastikan lolos dengan telah berhasil mengumpulkan poin 6.

Baca juga: Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol 22 Juni 2016, Bola EURO

“Jelas bahwa kami merupakan tim yang sangat menyerang tetapi kami juga sangat terorganisir di sektor belakang. Dengan para pemain seperti Sergio Ramos dan Sergio Busquets, begitu juga penjaga gawang,” ujar Pique dalam jumpa pers.

“Sebelumnya kami memiliki penjaga gawang Iker Casillas dan sekarang David de Gea. Mereka pada dasarnya merupakan pilar kami untuk memperlihatkan level pertahanan dalam beberapa kejuaraan terakhir, kecuali pada Piala Dunia 2014.”

Memang, Spanyol tampil sangat impresif dengan menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012. Sayang, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, La Furia Roja bermain sangat buruk sehingga langsung tersingkir pada fase grup.

Nah, pada Piala Eropa 2016 di Prancis ini, Spanyol kembali memperlihatkan performa yang menjanjikan karena sudah mendulang empat gol dan belum kebobolan. Mereka pun terus menjaga asa mencetak hat-trick juara Piala Eropa.

Menjelang pertandingan melawan Kroasia, Pique berharap para pendukung lawan tidak mengulangi kejadian saat melawan Ceko. Kala itu, fans Kroasia melempar cerawat ke dalam lapangan, yang memaksa laga sempat terhenti. Padahal saat itu Kroasia tengah memimpin 2-1, sebelum Ceko menambah satu gol lewat penalti saat injury time.

“Kami memahami bahwa sepak bola merupakan tontonan bagi para penggemar dan kami tidak bisa menerima kekerasan seperti itu,” ujar mantan pemain Manchester United tersebut.

“Saya berharap mereka menghormati permainan, para pemain dan semua suporter yang datang untuk menyaksikan dan menikmati sepak bola.”

“Anda harus memikirkan tentang keluarga dan anak-anak, sehingga insiden tidak bolah terulang lagi,” tandasnya. (Footbal Espana)