raja365 hoki365 Advertisher1 Advertisher2 Advertisher3 Advertisher4

Dilatih Mourinho, MU Akan Bermain Bertahan?

Topbola.net – Resmi bergabungnya Jose Mourinho dengan Manchester United mengundang beberapa pertanyaan tentang gaya bermain Setan Merah sebelumnya, yakni bermain menyerang. Mourinho belum lama ini diumumkan secara resmi menjadi pelatih MU.

Eks pelatih Chelsea itu sudah terikat perjanjian kontrak sepanjang tiga tahun dengan pilihan perpanjangan sekurang-kurangnya sampai 2020.

Dari sisi trofi, kedatangan Mourinho seolah membuka harapan bagi Manchester United untuk kembali mengangkat trofi Premier League, sejak terakhir mencapainya pada 2013 atau pada musim terakhir Sir Alex Ferguson. Sejak dari mengatasi Porto, Mourinho memang selalu menyabet titel liga, bersama Porto, Chelsea, Inter Milan, serta Madrid .

Itu belum termasuk trofi-trofi lain yang sukses ia capai berbarengan bebrapa tim tersebut, seperti Liga Champions serta Piala UEFA, Piala Portugal, FA Cup, Coppa Italia, hingga Copa del Rey. Mourinho memang jaminan meraih trofi. namun di sisi lain, gaya bermain tim besutan Mourinho disamakan seperti parkir bus di depan gawang sendiri, dengan kata lain bermain bertahan habis-habisan.

Memang penilain tersebut bukannya tanpa alasan. Jose Mourinho yang dikenal pragmatis pada beberapa peluang memanglah memprioritaskan strategi untuk tetap menang, terlebih di pentas Eropa. Walau demikian, Mourinho bukannya tidak dapat mengaplikasikan gaya main ofensif. Seperti di musim 2002/03, Porto di bawah bimbingan Mourinho memenangkan Liga Portugal dengan menceploskan 73 gol dari 34 laga, hanya saath banyak satu gol dari Benfica yang menjadi runner-up.

Di musim 2004/05, Chelsea bersama Mourinho memenangkan titel Premier League dengan menceploskan 72 gol dari 38 laga, hanya saath banyak dari Arsenal di posisi kedua dengan 87 gol. Sayap-sayap The Blues pada saat itu juga berikan hiburan kepada para penonton, lewat Arjen Robben, Damien Duff serta Joe Cole.

Di musim 2014-15, Mourinho juga berhasil memenangkan Premier League bersama Chelsea dengan torehan 73 gol dari 38 laga, hanya saath banyak dari Manchester City dengan 83 gol di posisi runner-up.

Namun demikian, catatan paling mencolok tentang produktivitas itu paling tampak saat Mourinho mengatasi Real Madrid di La Liga dengan selalu mencetak lebih dari 100 gol dalam tiga musim. Lalu bisakah Mou membawa MU dengan gaya bermain menyerang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − eleven =