Atasi Tawuran Suporter, Prancis Akan Batasi Peredaran Miras

topbola.net – Sebagai pihak tuan rumah pemerintah Prancis akhirnya ikut turut terjun untuk mengatasi bentrokan antar-suporter di ajang EURO 2016.

Dikutip dari media Sindonews.com, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bakal membatasi peredaran minuman keras yang ditenggarai jadi pemicu kerusuhan.

Tawuran antar-suporter pecah mewarnai tiga hari berjalannya Piala Eropa 2016 sejak Jumat (10/6) lalu. Hooligan Inggris dan suporter garis keras Rusia bertikai sebelum dan saat pertandingan berlangsung di Stadion Velodrome, Marseille, Minggu (12/6) dini hari WIB.

Akibat kerusuhan tersebut, sebanyak 116 orang diamankan di mana 63 di antaranya masih dipenjara, sedangkan sisanya sudah dibebaskan Kepolisian. Tak cuma itu, tiga orang sudah dideportasi dari Prancis sedangkan lima orang lainnya sudah dilarang masuk ke Prancis. Bahkan federasi sepak bola kedua negara terancam didiskualifikasi UEFA andai tak bisa menenangkan penggemarnya.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve seperti diberitakan Newshub, sudah menginstruksikan pejabat lokal untuk mengeluarkan perintah pengusiran kepada semua suporter asing yang perilakunya dianggap mengganggu ketertiban umum. Tak cuma mengusir, pembatasan alkohol juga dilakukan demi mengurangi pemicu bentrokan.

Pembatasan alkohol akan dilakukan pada malam dan hari-hari pertandingan. Ada pun area yang masuk pantauan adalah ruang publik, bar sekitar stadion dan toko yang menjual alkohol.

Kota Lens, di utara Prancis, sebelumnya sudah melarang penjualan minuman keras di pusat kota dan membatasi jenis alkohol lainnya. Sedangkan di Kota Lille, pemerintah sudah memberi perintah kepada polisi untuk memberi sanksi kepada bar yang tetap menjual alkohol kepada orang-orang mabuk.

Dua kota di atas sudah masuk zona merah karena hooligan Rusia dan Inggris berpotensi bertemu lagi di sana pekan ini. Pasalnya, Rusia akan melawan Slovakia di Lille pada Rabu sore, sedangkan Inggris bertemu Wales di Lens sehari berselang. (Sindonews)