Asprov Bersatu Dukung PSSI

Topbola.net – Sekitar tiga puluh satu perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) bersatu untuk memberi dukungan mereka terhadap badan tertinggi sepakbola Indonesia (PSSI).

Pada sebuah pertemuan yang digelar di Kantor PSSI, Senayan, Selasa (15/9), ke-31 perwakilan Asprov menyatakan untuk menjalin komitmen untuk memajukan sepak bola melalui PSSI. Mereka juga menyamakan persepsi untuk menyukseskan Pra PON XIX, PON XIX, serta Liga Nusantara yang akan digelar tahun depan.

“Asprov menyatakan sikap bahwa kami solid mendukung kegiatan sepak bola di bawah payung PSSI, dan kami meminta kepada semua pihak agar menghormati keputusan PTUN yang memenangkan PSSI,” kata Asprov Nusa Tenggara Timur, Lambertus.

“Kami harus realistis bahwa kegiatan di beberapa provinsi terkendala karena izin dan dana karena seluruh sarana, pra-sarana olahraga bangunannya dari pemerintah.”

Indra Armendaris, selaku Ketua Asprov Jambi, mengatakan para perwakilan Asprov yang hadir dalam pertemuan ingin mewujudkan konsistensi bahwa mereka mengakui PSSI hasil kongres di Surabaya, April 2015 lalu, sebagai induk organisasi.

“Pertemuan ini juga sekaligus koordinasi Pra PON. Semangatnya bagaimana bersatu menghadapi semua masalah dan menggerakkan kegiatan sepak bola di daerah,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Asprov Papua, Rocky Babena, mengkritik rencana pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Kongres Luar Biasa untuk membentuk kepengurusan PSSI yang baru.

Rocky menganggap hal itu bukan solusi memperbaiki tata kelola sepak bola. Ia pun menuntut Menpora Imam Nahrawi untuk mengungkapkan tata kelola sepak bola yang baik versinya. Rocky juga mengkritik pernyataan Menpora yang mengatakan sepak bola Indonesia tak punya prestasi.

Hal senada diungkapkan perwakilan Asprov Aceh, Kaidir TM, yang menyatakan pihaknya tidak terpangaruh dengan tindakan Kemenpora.

“Sepak bola adalah idola buat kami. Apabila kemenpora bersikeras, akan menyebabkan perpecahan bangsa. Kami tidak akan tunduk kepada kemenpora. Sepak bola olahraga yang mandiri, tapi malah dibinasakan,” ungkapnya. (CNNIndonesia)